Tim Kerja Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional melakukan kunjungan studi ke Kawasan Kerja Sama


Pada 18 Desember 2019, Li Bin, Inspektur Tingkat Satu pada Direktorat Internasional Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, beserta rombongan berjumlah 10 orang, melakukan kunjungan peninjauan ke Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok–Indonesia untuk meneliti perkembangan operasional kawasan tersebut serta kondisi kerja sama investasi dan perdagangan perusahaan modal Tiongkok di Indonesia. Rombongan tersebut mengadakan pertemuan diskusi di gedung kantor kawasan kerja sama, dan selanjutnya melakukan kunjungan mendalam ke dua perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan, yaitu XiDian Sko Indonesia dan pabrik Mengniu di Indonesia.

Dalam forum diskusi tersebut, para staf terkait dari kawasan kerja sama secara rinci memaparkan kepada tim penelitian mengenai perkembangan pembangunan kawasan, kondisi profitabilitas, tanggung jawab sosial, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan. Selain itu, dengan berfokus pada inisiatif “Belt and Road” yang digagas oleh negara, mereka juga menyampaikan saran dan masukan konkret terkait kebijakan serta rencana pengembangan kawasan kerja sama ekonomi dan perdagangan luar negeri nasional.

Li Bin berpendapat bahwa dalam situasi yang begitu sulit pada masa itu, Perkebunan Pertanian Guangxi dengan berani melangkah maju, terjun ke dalam pembangunan kawasan industri di Indonesia, dan bahkan mencapai prestasi sebesar itu—suatu pencapaian yang sungguh tidak mudah; ia menyatakan bahwa tujuan kunjungan kali ini ke Indonesia adalah untuk secara langsung memahami kendala-kendala pembangunan yang dihadapi oleh Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung serta beberapa perusahaan modal Tiongkok utama di Indonesia, serta berharap dapat melakukan penelitian mendalam mengenai kelayakan pembangunan koridor ekonomi di sepanjang jalur kereta cepat tersebut. Dalam forum diskusi di kawasan kerja sama tersebut, delegasi memperoleh banyak wawasan; selanjutnya, delegasi akan dengan saksama menelaah dan merumuskan masukan serta rekomendasi dari para pelaku usaha, kemudian menyusun laporan untuk diserahkan kepada pihak berwenang terkait, guna memperjuangkan kebijakan dukungan yang relevan bagi kawasan dan perusahaan di luar negeri.

Delegasi yang melakukan kunjungan kali ini terdiri atas 10 orang dari berbagai lembaga, antara lain Direktorat Internasional dan Direktorat Industri Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, serta Bagian Transportasi Direktorat Pembangunan Ekonomi Kementerian Keuangan dan Perusahaan Internasional Grup Kereta Api Tiongkok.