【Informasi Tiongkok-Indonesia】Tiongkok dan Indonesia Bersama Membangun Pusat Penelitian dan Pengembangan Gabungan untuk Animasi dan Game


 

1. Pembangunan Bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Animasi serta Game oleh Tiongkok dan India


 

Menteri Kebudayaan Indonesia baru-baru ini menghadiri upacara peresmian Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama untuk Animasi dan Permainan Elektronik Tiongkok–Indonesia yang diselenggarakan di Shanghai, menandai dimulainya tahap baru dalam kerja sama budaya digital kedua negara, dengan fokus pada animasi, pengembangan permainan, hak kekayaan intelektual bidang budaya, pembinaan talenta, inovasi penelitian, serta sinergi pengembangan industri kreatif. Pendirian pusat ini mendorong peningkatan kerja sama bilateral dari sekadar pertukaran budaya tradisional menuju model co-creation budaya, dari sekadar pertukaran karya ke kolaborasi dalam penciptaan bersama dan pengembangan serta produksi bersama, termasuk inkubasi bersama atas IP orisinal, hasil teknologi, dan karya-karya kreatif berkualitas tinggi, yang kemudian dipasarkan secara global. Ia menyatakan bahwa selama 76 tahun sejak terjalinnya hubungan diplomatik, kerja sama Tiongkok–Indonesia selama ini didasarkan pada sejarah, perdagangan, diplomasi, dan interaksi antarmasyarakat; ke depan, justru akan didorong oleh generasi muda kreatif—seperti animator, pengembang permainan, desainer, dan wirausahawan digital—untuk memperluas batas-batas kerja sama tersebut.

Tiongkok memiliki ekosistem industri kreatif digital yang unggul secara global, serta sistem produksi yang matang dan kapabilitas komersialisasi yang kuat, sementara Indonesia menawarkan kekayaan dan kedalaman sumber daya budayanya, yang dapat menyediakan bahan cerita yang melimpah serta inti budaya yang kokoh untuk pengembangan film dan televisi, game, dan penciptaan dunia naratif. Menteri menekankan bahwa Indonesia perlu menggali secara mendalam nilai-nilai budaya lokal, agar unsur-unsur budaya tidak sekadar dijadikan hiasan visual semata, melainkan dikembangkan menjadi narasi orisinal yang berdaya saing serta aset IP yang khas. Industri kreatif global tengah tumbuh dengan pesat; diperkirakan pada tahun 2026, ukuran pasar game global akan menembus 275 miliar dolar AS. Potensi konsumsi game digital di Indonesia sangat besar: pada kuartal pertama tahun 2026, jumlah unduhan game seluler mencapai 870 juta kali, menempati posisi teratas di Asia Tenggara; jumlah pengguna game di Indonesia sekitar 192 juta orang, atau hampir setengah dari total pengguna di kawasan tersebut, dengan nilai pasar domestik mencapai 2,5 miliar dolar AS. Namun saat ini, pasar Indonesia masih didominasi oleh produk luar negeri, sementara kapasitas produksi karya orisinal lokal masih lemah; karenanya, Indonesia sangat memerlukan transformasi—dari sekadar pasar konsumen—menjadi negara produsen, penelitian dan pengembangan, serta eksportir karya kreatif digital dan aset IP.

Untuk itu, Kementerian Kebudayaan Indonesia mempercepat pengembangan budaya digital dengan mendirikan pusat data kebudayaan, menyempurnakan standar digitalisasi kebudayaan, serta mendorong tumbuhnya ekosistem inovatif di bidang AI, teknologi virtual-realitas, animasi, permainan, dan sebagainya. Hingga kini, telah diselesaikan pendigitalan dan pendataan lebih dari 4.300 aset kebudayaan, sementara melalui berbagai skema dukungan bagi industri kreatif, pemerintah juga menumbuhkan karya-karya permainan dan animasi budaya asli buatan dalam negeri. Kerja sama kali ini sekaligus memberikan penghargaan kepada 11 lembaga mitra Tiongkok, yang mencakup berbagai sektor seperti inkubasi industri permainan, teknologi jaringan, penelitian dan pengajaran pariwisata-budaya, serta media film dan televisi, sehingga terbentuklah jaringan kolaborasi multi-pihak antara dunia akademik, industri, dan pemerintah. Menteri kemudian mengemukakan enam visi pembangunan bagi pusat bersama tersebut: mengembangkan secara bersama IP budaya bilateral; menumbuhkan talenta profesional di bidang kreatif; mendorong sinergi antara pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, dan lembaga riset; membangun basis data kebudayaan digital yang sesuai dengan peraturan; memperluas pasar di Asia dan global; serta memperkuat diplomasi budaya melalui karya-karya digital.

Dalam konteks integrasi mendalam antara teknologi, budaya, dan ekonomi, Indonesia berkomitmen untuk menghidupkan kembali warisan budaya tradisional serta secara menyeluruh menata diri di kancah digital, sehingga budaya lokal dapat terintegrasi ke dalam rantai nilai global. Pusat bersama ini akan menjadi jembatan penting yang menghubungkan keunggulan teknologi Tiongkok dengan kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia, sekaligus mempertemukan talenta muda kedua negara dengan pasar internasional, guna mendukung pendalaman hubungan persahabatan budaya bilateral yang berkelanjutan dan mewujudkan pembangunan industri budaya dan kreatif yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.

Sumber: Harian Indonesia II, Grup Silk Road Tiongkok dan Grup Jababeka Indonesia secara resmi menandatangani perjanjian untuk bersama-sama membangun Pusat Kerja Sama Inovasi Tiongkok–Indonesia.


800


 

Baru-baru ini, Grup Jababeka dari Indonesia dan Grup Silk Road dari Tiongkok secara resmi menandatangani perjanjian di Jakarta untuk bersama-sama membangun Pusat Kerja Sama Inovasi Tiongkok–Indonesia (CIIC). Platform ini berfokus pada ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan manufaktur cerdas, sekaligus mengintegrasikan seluruh rantai nilai investasi, industri, dan perdagangan kedua negara. CIIC bukan hanya merupakan proyek ikonik dalam kerja sama berkualitas tinggi antara Tiongkok dan Indonesia dalam pembangunan Bersama Inisiatif Sabuk dan Jalan, tetapi juga merupakan praktik penting untuk menyelaraskan dengan RCEP dan mendorong sinergi pembangunan regional di kawasan Asia Tenggara.

Pusat Kerja Sama Inovasi Tiongkok–Indonesia ditempatkan sebagai platform kolaborasi lintas batas yang bersifat komprehensif, dengan fokus utama pada tiga arah utama:

01–Pusat Penghubung Investasi: Mengintegrasikan kebijakan, modal, dan sumber daya proyek kedua negara, menyediakan layanan akses pasar Indonesia, pendirian kawasan industri, serta interpretasi kebijakan bagi perusahaan Tiongkok, sekaligus memfasilitasi perusahaan Indonesia untuk terhubung dengan sumber daya modal dan saluran pasar Tiongkok.

02–Platform Kolaborasi Industri: Fokus pada integrasi teknologi digital dengan industri riil, serta mendorong terwujudnya keterpaduan dalam penelitian dan pengembangan teknologi, pengembangan hasil riset, produksi dan manufaktur, serta pelatihan talenta.

03-Jembatan Kelancaran Perdagangan: Menyempurnakan sistem logistik lintas batas dan rantai pasok, menyelenggarakan pameran serta forum ekonomi, serta meningkatkan efisiensi perdagangan bilateral. Proyek percontohan tahap awal

Kawasan Industri Digital Jababeka: Mencakup lahan seluas 500 hektare dan dijadwalkan akan secara resmi diluncurkan pada awal Juli 2026 dalam Forum Ekonomi Digital Dunia di Beijing, dengan tujuan menjadikannya kawasan industri digital percontohan di Indonesia.

Jendela pameran dua arah: Mendirikan ruang pameran pusat kerja sama inovasi di Beijing dan Jakarta sebagai platform promosi dua arah dan penghubung antara industri.

Sumber: Pelabuhan Ekspor, Bagian 3: Total investasi mencapai 10 triliun rupiah, proyek truk berat listrik Changmin dari Jiangsu resmi diluncurkan di Indonesia.

 

11

 

Grup NH Indonesia (Nusantara Halid Group) bekerja sama dengan Grand Seleron Indonesia (GSI) berhasil menggandeng perusahaan asal Tiongkok, Jiangsu Changkang Mining Machinery Manufacturing Co., Ltd. (CKMM), untuk membangun sebuah basis manufaktur truk listrik, peralatan berat, dan kapal tongkang listrik di Kawasan Industri Krakatau di Cilegon, Provinsi Banten, Indonesia, dengan total investasi mencapai 10 triliun rupiah. Menurut informasi yang diungkapkan, proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan basis produksi truk listrik, tetapi juga akan mengintegrasikan sumber daya hulu–hilir seperti penyediaan baterai penyimpanan energi dan pasokan baja, sehingga terbentuk ekosistem rantai industri yang cukup lengkap. Tahap awal proyek ini kini telah mulai direalisasikan. Pada 26 Februari 2026, Krakatau Infrastructure menandatangani perjanjian jual-beli lahan industri dengan anak perusahaan GSI, dengan alokasi lahan seluas 8 hektare pada tahap pertama; rencana selanjutnya adalah memperluas area hingga 50 hektare, yang hanya dari sisi pengeluaran untuk lahan saja sudah mencapai 1,2 triliun rupiah. Ke depan, kawasan industri tersebut akan digunakan untuk manufaktur cerdas truk tambang listrik, peralatan berat, dan kapal tongkang listrik. Selain itu, sejumlah perusahaan pendukung asal Tiongkok juga turut dilibatkan dalam pembangunan proyek ini, termasuk Global Mainstream Power Energy Technology Co., Ltd., sebuah perusahaan baterai tenaga kendaraan, yang akan menyediakan pasokan baterai penyimpanan energi bagi proyek tersebut dan telah menandatangani nota kesepahaman untuk bersama-sama mengembangkan pasar baterai penyimpanan energi di Indonesia. Sumber: Port of Overseas Shipping IV. Tiongkok dan Jakarta Mengadakan Pembicaraan tentang Kerja Sama Investasi Hijau, dengan Fokus pada Infrastruktur Lingkungan dan Pembangunan Kota yang Berkelanjutan

 

111

 

Baru-baru ini, Pemerintah Ibu Kota Jakarta dan delegasi Federasi Lingkungan Hidup Tiongkok mengadakan pembicaraan mengenai kerja sama investasi di bidang infrastruktur hijau, perlindungan ekologi dan lingkungan, serta sektor-sektor terkait lainnya, guna memperdalam kerja sama yang bersifat praktis antara kedua pihak dalam bidang pembangunan berkelanjutan.

Dalam pertemuan kali ini, Federasi Perlindungan Lingkungan Tiongkok mengusulkan agar kerja sama di masa mendatang dapat difokuskan pada sektor-sektor seperti pembangunan transportasi perkotaan, pengolahan air limbah, pemulihan lingkungan perairan, serta pengelolaan terpadu sampah.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, total investasi Tiongkok di Indonesia mencapai 7,5 miliar dolar AS, dengan sekitar 483 juta dolar AS diinvestasikan di Jakarta. Pihak Jakarta berpendapat bahwa skala tersebut masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar, khususnya di bidang industri perlindungan lingkungan, infrastruktur hijau, dan revitalisasi perkotaan, di mana potensi partisipasi modal Tiongkok sangat luas.

Sumber: Pelabuhan Ekspor
 

5. Kerja Sama Tiongkok-India dalam Membangun Seribu Pos Pelayanan Gizi


111

 

Indonesia dan Tiongkok telah menjalin kemitraan strategis untuk bersama-sama membangun 1.000 unit layanan jaminan gizi (SPPG), yakni dapur pusat khusus yang menyediakan makanan bergizi gratis, guna sepenuhnya mendukung program makanan bergizi gratis yang digalakkan pemerintah Indonesia. Kerja sama kedua pihak berfokus pada pembangunan infrastruktur untuk penyediaan makanan bergizi, dengan mengandalkan kemitraan strategis antara kalangan dunia usaha kedua negara, sehingga mempercepat terbentuknya sistem pendukung penyediaan makanan publik. Kerja sama ini diprakarsai dan diwujudkan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia serta Kamar Dagang dan Industri Tiongkok; perusahaan-perusahaan Tiongkok berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra lokal guna secara bersama menyelesaikan perencanaan dan pembangunan seribu dapur pusat makanan bergizi, sekaligus menyediakan dukungan fisik bagi pelaksanaan program makanan bergizi yang inklusif. Untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut, Ketua Umum Yayasan Gerakan Dapur Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok dari tanggal 23 hingga 30 April 2026, dengan mengunjungi berbagai pameran di Shenzhen, Guangzhou, Shanghai, dan Beijing, serta melakukan pertukaran langsung di lapangan mengenai model kerja sama proyek.

Sejumlah perusahaan Tiongkok dengan sigap menanggapi dan secara proaktif terlibat dalam kerja sama investasi, sehingga turut mendukung Indonesia dalam merealisasikan kebijakan nasional pemerintahan Prabowo yang menitikberatkan pada penyediaan makanan bergizi gratis bagi seluruh warga. Kontribusi modal serta pengalaman operasional dari pihak Tiongkok akan secara efektif mempercepat pelaksanaan infrastruktur penyediaan makanan bergizi di Indonesia, sekaligus menutup kekurangan sarana dan fasilitas layanan gizi publik. Melalui berbagai platform pameran perdagangan dan ekonomi berskala besar seperti Canton Fair, kedua belah pihak secara bersamaan melaksanakan pertukaran industri dan promosi produk. Pada pameran tersebut dipajang secara terpusat berbagai komoditas ekspor unggulan Indonesia, termasuk rempah-rempah seperti lada, pala, kayu manis, cengkeh, jahe, kunyit, serta produk pertanian dan kehutanan inti lainnya, guna membuka jalur ekspor bahan pangan dan sekaligus memperkuat pasokan bahan baku lokal untuk penyediaan makanan bergizi serta meningkatkan ekspor produk pertanian. Selain itu, melalui pemodelan yang ditampilkan pada pameran, disajikan seluruh proses penyediaan makanan bergizi—mulai dari pengolahan bahan baku, produksi, hingga distribusi dan penyaluran—sehingga mendorong pembangunan standarisasi layanan katering.

Kerja sama kali ini tidak hanya terbatas pada pembangunan fasilitas pabrik, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan berbagi standar operasional. Indonesia akan mengadopsi teknologi peralatan dapur modern dari Tiongkok, sistem manajemen sanitasi dan desinfeksi, serta model manajemen operasional katering berskala besar yang terpusat, guna secara menyeluruh meningkatkan efisiensi operasional, standar kebersihan, dan kualitas layanan dapur makanan bergizi. Para investor Tiongkok sangat menilai positif prospek kerja sama ini, dengan pandangan bahwa Indonesia sangat membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur untuk penyediaan makanan bergizi, sehingga proyek ini memiliki nilai implementasi yang tinggi. Melalui kolaborasi lintas negara, sektor katering di Indonesia—khususnya lembaga layanan gizi publik—akan mempelajari dan meniru pengalaman manajemen dapur berskala besar yang telah matang di Tiongkok. Dalam jangka panjang, proyek kerja sama pembangunan seribu stasiun layanan gizi ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan dan sistem jaminan gizi publik di Indonesia, tetapi juga memperdalam kerja sama praktis antara Tiongkok dan Indonesia di bidang kesejahteraan rakyat, mendorong integrasi mendalam antara teknologi, investasi, dan industri, serta mewujudkan implementasi kebijakan kesejahteraan rakyat dan pengembangan sinergis yang saling menguntungkan dalam bidang ekonomi dan perdagangan bilateral.

Sumber: Indonesia Setiap Hari

6. Toyota Indonesia Bekerja Sama dengan CATL untuk Berinvestasi dalam Industri Baterai


11

 

Anak perusahaan Toyota di Indonesia baru-baru ini mengumumkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan raksasa baterai listrik asal Tiongkok, CATL, dengan menanamkan investasi sebesar 1,3 triliun rupiah (setara 76 juta dolar AS) untuk memajukan pengembangan dan pembangunan kapasitas produksi baterai secara lokal di Indonesia. Kerja sama ini akan mempercepat terwujudnya rantai industri energi baru Toyota di Indonesia, dan direncanakan bahwa kegiatan ekspor baterai akan dimulai pada paruh kedua tahun 2026. Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Toyota Manufacturing Indonesia, disebutkan bahwa produk ekspor di masa depan tidak hanya akan mencakup paket baterai yang dipasang pada kendaraan hybrid, tetapi juga komponen-komponen seperti modul baterai dan sel baterai yang akan diekspor secara terpisah; namun hingga saat ini belum diumumkan pasar ekspor spesifik yang menjadi sasaran.

Menurut penjelasan pimpinan perusahaan, saat ini Toyota telah memproduksi secara massal paket baterai untuk model-model kendaraan hibrida—seperti Innova Zenix, Velos, dan Yaris Cross—di pabriknya di Karawang. Kerja sama dengan CATL, produsen baterai terbesar di dunia, kali ini bertujuan utama untuk secara menyeluruh memperluas kapasitas produksi serta mewujudkan lokalisasi penuh sel baterai, modul, dan rakitan baterai dari hulu ke hilir. Saat ini, komponen-komponen inti baterai masih bergantung pada impor; ke depannya, proses produksi dan perakitan akan secara bertahap dilaksanakan oleh tenaga kerja lokal Indonesia, sehingga proporsi manufaktur dalam negeri dapat ditingkatkan. Toyota menekankan bahwa sejak 55 tahun berkiprah di pasar Indonesia, total investasi yang telah disalurkan mencapai 100 triliun rupiah (setara 5,8 miliar dolar AS), dan perusahaan terus meningkatkan alokasi kapasitas produksi serta melakukan transformasi dan peningkatan industri di kawasan tersebut.

Selain bergerak di bidang baterai kendaraan listrik, Toyota juga secara bersamaan memajukan berbagai proyek energi hijau di Indonesia, dengan rencana untuk mendirikan pabrik bioetanol melalui usaha patungan di Provinsi Lampung, bekerja sama dengan Pertamina NRE, anak perusahaan energi baru milik perusahaan energi nasional Indonesia. Wakil Menteri Investasi mengungkapkan bahwa skala investasi untuk proyek bioetanol ini diperkirakan sekitar 200 hingga 300 juta dolar AS, namun besaran tersebut masih dalam tahap penilaian dan penyesuaian; pemerintah akan memberikan berbagai insentif dukungan kepada investor, termasuk pembebasan pajak. Proporsi kepemilikan investasi dan ketentuan kerja sama antara kedua pihak akan ditentukan melalui negosiasi mandiri oleh perusahaan, sementara pemerintah hanya bertanggung jawab atas proses persetujuan administratif serta koordinasi pelaksanaan proyek. Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai paling lambat pada kuartal keempat tahun 2026, dengan target mulai beroperasi secara resmi pada tahun 2028—sejalan dengan ritme kebijakan pencampuran bahan bakar di Indonesia—sehingga turut mendukung terwujudnya rencana energi nasional yang menetapkan penambahan 10% etanol ke dalam bensin.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, skala investasi langsung Jepang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 3,1 miliar dolar AS. Selama kunjungan kenegaraan ke Tokyo bulan lalu, Presiden Indonesia secara tegas menyatakan bahwa Indonesia akan terus membuka pasar dan menyambut perusahaan Jepang untuk berpartisipasi secara mendalam dalam pembangunan industri nasional. Dengan melakukan strategi pengembangan dua jalur ini, Toyota tidak hanya mengandalkan CATL untuk menutup kekurangan dalam manufaktur baterai lokal dan memperluas ekspor produk energi baru ke kawasan Asia Tenggara, tetapi juga melalui proyek bioenergi yang selaras dengan kebijakan transformasi energi Indonesia, sehingga memperkuat integrasi antara kendaraan hibrida, energi baru, dan bahan bakar hijau, serta semakin memperkokoh daya saing jangka panjangnya di pasar otomotif dan energi di Indonesia serta kawasan Asia Tenggara.

Sumber: Indonesia Setiap Hari

Halaman sebelumnya: