【Berita Indonesia】Prabowo Memperingatkan Gejolak Global, Menyerukan agar Indonesia Bersiap-siap


1. Prabowo Memperingatkan Gejolak Global dan Menyerukan Indonesia untuk Bersiap

 

 Perusahaan Terbatas Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok–Indonesia

 

Presiden Indonesia Prabowo menyampaikan peringatan melalui siaran langsung dari Sekretariat Kepresidenan, bahwa Indonesia harus benar-benar mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi dan politik akibat konflik global, khususnya waspada terhadap risiko berantai yang mungkin timbul dari ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah.

Ia menekankan bahwa saat ini lanskap geopolitik global sedang mengalami perubahan yang cepat, yang akan memengaruhi perekonomian dan stabilitas sosial Indonesia dari berbagai aspek. Eskalasi konflik regional akan memperburuk ketidakpastian ekonomi global, mengganggu arus perdagangan internasional, melemahkan kepercayaan investasi, serta menimbulkan gejolak di pasar energi, yang pada gilirannya akan mendorong kenaikan inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi; dampak-dampak eksternal semacam ini pada akhirnya berpotensi merembet ke dalam negeri Indonesia.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak akan menghindari atau mengabaikan risiko; sebaliknya, pemerintah akan tetap sangat waspada, memperkuat ketahanan nasional dan persatuan sosial melalui kebijakan proaktif serta persiapan dini, guna secara aktif menghadapi berbagai potensi guncangan eksternal.

Sumber: Dora Melihat Indonesia

 

2. Menteri Keuangan Menyatakan bahwa Subsidi Kendaraan Listrik Kemungkinan Akan Diperpanjang

 

 Perusahaan Terbatas Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok–Indonesia

 

Menteri Keuangan Indonesia tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang kebijakan insentif kendaraan listrik; saat ini ia sedang secara hati-hati menghitung dampak kebijakan tersebut terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat kebijakan tersebut berpotensi memperbesar defisit anggaran.

Ia menyatakan di kantor Kementerian Keuangan bahwa pihaknya akan melakukan penghitungan ulang; jika hasilnya positif, insentif tersebut akan terus diberikan. Ia menekankan bahwa dalam konteks meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, potensi kenaikan tekanan terhadap subsidi energi, serta ketidakpastian kinerja ekspor, pemerintah perlu merumuskan kebijakan fiskal dengan penuh kehati-hatian.

Ia menyatakan bahwa selama dampak kebijakan insentif terhadap defisit anggaran tetap terkendali, kebijakan tersebut berpotensi untuk diperpanjang; namun jika defisit meningkat secara signifikan, maka perlu dilakukan penilaian ulang. Kementerian Keuangan akan kembali menghitung secara rinci dampak kebijakan insentif kendaraan listrik terhadap defisit anggaran; apabila dampaknya tidak besar, maka tidak perlu dikhawatirkan.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian telah mengajukan rekomendasi kebijakan insentif kendaraan bermotor kepada Kementerian Keuangan. Rencana insentif yang akan diperkenalkan kali ini lebih terperinci dibandingkan dengan kebijakan insentif otomotif selama masa pandemi COVID-19, dengan mencakup berbagai aspek seperti segmen kendaraan, teknologi yang digunakan, serta tingkat kandungan komponen dalam negeri (TKDN).

Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan insentif khusus kepada pembeli pertama kendaraan listrik guna mendorong adopsi yang lebih luas dari kendaraan listrik di Indonesia; data terkait akan diumumkan secara bertahap.

Sumber: Indonesia Setiap Hari

3. Indonesia Menekankan Reformasi Pertanian dalam Forum WTO

 

 Perusahaan Terbatas Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok–Indonesia

 

Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, menyatakan bahwa Indonesia akan mendorong integrasi mendalam dalam pembahasan reformasi pertanian menjelang Konferensi Tingkat Menteri ke-14 WTO yang akan diselenggarakan di Kamerun pada 26–29 Maret 2026.

Sebagai negara koordinator Kelompok 33, Indonesia mendorong agar pertemuan kali ini dijadikan sebagai momentum untuk menghidupkan kembali negosiasi pertanian WTO yang telah terhenti selama bertahun-tahun, dengan reformasi yang berorientasi pada pembangunan dan menjadikan ketahanan pangan, kesejahteraan petani kecil, serta prioritas pembangunan nasional sebagai arah utama.

Sidang Kelompok 33 akan memfokuskan pada penyusunan kembali Deklarasi Menteri Bersama, di mana para anggota akan menegaskan kembali dukungan mereka terhadap sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan, adil, dan inklusif dengan WTO sebagai pusatnya. Indonesia akan terus mengadvokasi perlindungan kepentingan negara-negara berkembang, dengan menitikberatkan pada pengarusutamaan isu-isu seperti penyimpanan publik, mekanisme perlindungan khusus, serta perlakuan khusus dan diferensial dalam agenda reformasi, guna memastikan bahwa prioritas pembangunan menjadi fokus utama pembahasan dalam sidang tersebut.

Sumber: Dora Melihat Indonesia

Editor: Zhu Rencheng

Penyuntingan: Li Jifeng

Ditinjau oleh: Wei Shenghua

Alamat email pengiriman | ygdwxcb@163.com

 

 Perusahaan Terbatas Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok–Indonesia