Cai Lixin Memimpin Delegasi untuk Melakukan Kunjungan Studi ke Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok–Indonesia
Pada tanggal 5 Juli, Cai Lixin, Anggota Komite Tetap Komite Partai Daerah Otonom sekaligus Wakil Ketua Eksekutif, memimpin sebuah tim untuk melakukan kunjungan mendalam ke Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok–Indonesia (selanjutnya disebut “Kawasan Kerja Sama”) guna melakukan peninjauan dan memberikan arahan atas pekerjaan di kawasan tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau menekankan agar kawasan kerja sama tersebut benar-benar memainkan peran sebagai “pos pengintaian” yang efektif, sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam menarik perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi di Guangxi. Turut serta dalam kunjungan tersebut adalah Lu Xinhua, Wakil Sekretaris Jenderal Pemerintah Daerah Otonom; Nong Bing, Wakil Direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Daerah Otonom; Wei Yu, Wakil Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Daerah Otonom; serta Bi Jianfeng, Kepala Divisi ASEAN.

Delegasi inspeksi secara langsung meninjau kondisi terkini pengembangan Kawasan Kerja Sama dan mendengarkan laporan dari tim kerja Grup Nongken mengenai perkembangan proyek tersebut. Cai Lixin dengan tegas mengapresiasi hasil yang telah dicapai dalam pengembangan proyek di Kawasan Kerja Sama, serta memberikan arahan terkait penyelesaian berbagai kendala yang masih dihadapi dalam operasional tahap pertama kawasan tersebut dan pelaksanaan yang optimal atas pengembangan proyek pada tahap kedua.
Cai Lixin menekankan bahwa Kawasan Kerja Sama tersebut merupakan kawasan industri luar negeri pertama yang dikembangkan dan diinvestasikan oleh Daerah Otonom dalam rangka pelaksanaan strategi pembangunan “Go Global” nasional di Indonesia. Grup Nongken telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan tekun, berhasil mengembangkan sebidang lahan kosong menjadi sebuah kawasan industri yang dilengkapi dengan infrastruktur yang lengkap, memiliki ciri khas industri yang jelas, serta mencapai skala tertentu; kawasan ini bahkan telah disertifikasi oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan sebagai salah satu dari 20 kawasan industri luar negeri tingkat nasional, suatu pencapaian yang sangat luar biasa. Selain itu, kemampuan Grup Nongken untuk bangkit dan berkembang dalam kondisi historis yang penuh tantangan juga merupakan sesuatu yang sulit dibayangkan; demikian pula, fakta bahwa fase pertama kawasan ini mampu mencatat keuntungan meski berada di tengah dampak negatif pandemi selama tiga tahun juga merupakan hal yang sulit dipercaya.

Cai Lixin menekankan bahwa proyek di kawasan kerja sama tersebut merupakan kartu nama bagi upaya “go global” dari daerah otonom, sekaligus menjadi platform bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan luar negeri daerah otonom. Oleh karena itu, perlu dimanfaatkan secara optimal proyek tahap pertama yang saat ini sedang dioperasikan, dengan sepenuhnya memainkan peran sebagai “pos penjaga terdepan”, sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam menarik investasi perusahaan untuk masuk ke Guangxi. Dalam pelaksanaan pengembangan proyek tahap kedua, Grup Nongken harus melakukan analisis menyeluruh, merencanakan dengan cermat, serta menyiapkan berbagai skenario penanganan; selain itu, berbagai kendala yang masih menghambat kemajuan pada tahap pertama juga perlu dikaji dan disusun bersama, guna menyusun laporan tertulis yang komprehensif dan lengkap, yang kemudian disampaikan kepada para pimpinan terkait serta instansi terkait di tingkat daerah otonom melalui presentasi khusus, demi memperkuat komunikasi dan kerja sama serta memperoleh dukungan yang lebih besar.
Delegasi inspeksi juga melakukan kunjungan lapangan ke perusahaan-perusahaan bermodal Tiongkok yang telah masuk ke kawasan kerja sama—yakni China XD Electric Indonesia dan Mengniu Dairy Indonesia—untuk memahami kondisi operasional dan produksi perusahaan tersebut.
Departemen Audit (Departemen Pengawas) Grup Nongken, Departemen Hukum dan Manajemen Risiko, Perusahaan Yuegui, serta para pimpinan utama Zona Kerja Sama turut mendampingi kunjungan inspeksi tersebut.
(Direproduksi dari Laporan Pengusahaan Pertanian Guangxi · Penghapusan karena Pelanggaran Hukum )
微信咨询