Upaya penggalangan investasi terus berlanjut, dan momentum pembangunan tidak pernah terhenti —— Selama masa pandemi, kawasan kerja sama ini berhasil menarik masuk perusahaan baru
Sejak wabah COVID-19 merebak di Indonesia, Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok–Indonesia (selanjutnya disebut sebagai “Kawasan Kerja Sama”) telah secara simultan menekankan upaya pencegahan dan pengendalian pandemi sekaligus pengelolaan operasional, dengan gigih berupaya mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pandemi terhadap kegiatan promosi investasi di dalam kawasan. Baru-baru ini, Departemen Promosi Investasi Kawasan Kerja Sama, meski para calon investor hanya melakukan dua kali kunjungan lapangan ke kawasan, tetap memanfaatkan sepenuhnya berbagai saluran seperti WeChat dan surel untuk menjaga komunikasi dan koordinasi yang erat dengan PT. NAYA GLOBAL CHEMICAL (selanjutnya disebut sebagai “NGC”), dengan senantiasa menempatkan kepentingan perusahaan sebagai prioritas utama serta menanggapi setiap kebutuhan mendesak mereka. Pada 21 September 2020, kedua belah pihak secara resmi menandatangani perjanjian sewa bangunan pabrik, yang secara signifikan mendorong upaya promosi investasi pada fasilitas pabrik standar di dalam Kawasan Kerja Sama.

Kunjungan pelanggan ke pabrik standar di kawasan kerja sama
Perusahaan NGC merupakan perusahaan kimia yang berada di bawah Grup GLOBAL MAS Indonesia, dengan fokus pada produksi bahan kimia pengolahan air serta penyediaan layanan teknis. Menurut pimpinan perusahaan, sejak terjadinya pandemi, berbagai sektor industri di Indonesia telah menghadapi kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, pihaknya justru memilih untuk melawan arus dan menjadikan tantangan sebagai peluang, terutama karena Indonesia memiliki sumber daya air yang melimpah serta adanya celah pasar untuk bahan kimia pengolahan air yang ramah lingkungan dan efisien, sehingga menawarkan prospek pengembangan yang sangat luas ke depannya. Sesuai rencana NGC, pada tahap awal perusahaan akan membangun sebuah fasilitas produksi dan laboratorium khusus seluas lebih dari 1.500 meter persegi yang sesuai dengan standar internasional; kemudian, dalam tahap berikutnya, perusahaan akan melakukan investasi untuk membangun pabrik dengan luas lahan 10.000 meter persegi guna meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi jenis bahan kimia pengolahan air. Selain itu, NGC berencana memperkenalkan teknologi pemantauan lingkungan yang canggih ke pasar Indonesia, sehingga dapat memberikan dukungan dan perlindungan bagi perusahaan modal Tiongkok maupun perusahaan lokal di Indonesia, serta berupaya menjadi platform teknologi tinggi di bidang pengolahan air milik China di Indonesia.

Kunjungan pelanggan ke kawasan kerja sama
Hingga September 2020, jumlah perusahaan yang telah masuk ke kawasan kerja sama tersebut mencapai 55 buah, lebih dari separuhnya merupakan perusahaan bermodal Tiongkok, sehingga kawasan ini telah menjadi wilayah dengan distribusi terpadat bagi perusahaan manufaktur bermodal Tiongkok di sekitar Jakarta Raya, dan secara prinsip telah terbentuk klaster industri seperti pengolahan pangan, komponen otomotif, logistik dan pergudangan, serta infrastruktur dan bahan bangunan.
(Liao Changzheng, Li Jifeng)
微信咨询